Daerah Yan Gterkenal Dengan Produksi Batiknya Adalah

Daerah yan gterkenal dengan produksi batiknya adalah

Jawaban 1:

1.Solo.
2.Yogyakarta.
3.Pekalongan.
4.Cirebon.
5.Minahasa.

sorry kalau salah...

Jawaban 2:

1.batik solo
2.batik Pekalongan


Pertanyaan Terkait

Sebutkan berbagai peristiwa yang berhubungan dengan pemilu 1955

Jawaban 1:

Kesuksesan,kejayaan,kemasyarakatan,kebudayaan,sosialitas


dalam suatu lembaga memerlukan gaya dalam memimpin seperti gaya demokratis laissezfaire dan otoriter. jelaskan dan beri contoh

Jawaban 1:

Pemimpin laissezfaire lebih cenderung memberi kebebasan bagi para karyawan dalam mngambil sebuah keputusan
pemimpin otoriter pemimpin yang suka memaksakan kehendaknya , merasa paling berkuasa dan mengetahui segala hal . sehingga jarang memberikan kesempatyan bagi para karyawan untuk mengeluarakan pendapat
pemimpin demokratis pemimpin yang bersifat terbuka mau mnerima kritikan dan pendapat


Bagaimana negara asing datang ke indonesia

Jawaban 1:

Pelajaran : IPS

bangsa asing bisa datang ke indonesia lewat jalur pedagangan. Karena bangsa indonesia
memiliki letak strategis untuk jalur pedagangan
Jadikan jawaban terbaik yah

Jawaban 2:

Klo saat jaman penjajahan : Bangsa asing datang ke indonesia melalui jalur perdagangan

klo sekarang : negara asing datang ke indonesia,dengan banyak alasan: bisa untuk rekreasi (jalan-jalan),bekerja di indonesia (menjadi guru,dll)

semoga membantu ya.


2. Indonesia merupakan negara yag memiliki banyak penduduk, agama, ras dan suku, bagaimanakah konsep dakwah islam yang sesuai dengan berbagai perbedaan tersebut?

Jawaban 1:

Menjaga toleransi dan kerukunan antar suku dan umat beragama

Jawaban 2:

Saling menghormati antara agama lain


Bagaimanakah konsep Islam nusantara?

Jawaban 1:

Islam Nusantara adalah istilah yang akhir-akhir ini mengundang banyak perdebatan sejumlah pakar ilmu-ilmu keislaman. Sebagian menerima dan sebagian menolak. Alasan penolakan mungkin adalah karena istilah itu tidak sejalan dengan dengan keyakinan bahwa Islam itu satu dan merujuk pada yang satu (sama) yaitu Al-Qur’an dan As-Sunah.

Kadang suatu perdebatan terjadi tidak karena perbedaan pandangan semata, tetapi lebih karena apa yang dipandang itu berbeda. Tulisan singkat ini mungkin menjadi jawaban bagi mereka yang menolak “Islam Nusantara” menurut apa yang saya pahami dan saya maksudkan dengan istilah tersebut.

Konsep Islam Nusantara

Seperti jamak diketahui, Al-Quran sebagai sumber utama Agama Islam memuat tiga ajaran. Pertama, ajaran akidah, yaitu sejumlah ajaran yang berkaitan dengan apa yang wajib diyakini oleh mukallaf menyangkut eksistensi Allah, malaikat, para utusan, kitab-kitab Allah, dan hari pembalasan. Kedua, ajaran akhlak/tasawuf, yaitu ajaran yang berintikan takhalli dan tahalli, yakni membersihkan jiwa dan hati dari sifat-sifat tercela dan menghiasinya dengan sifat terpuji. Ketiga, ajaran syariat, yaitu aturan-aturan praktis (al-ahkam al-‘amaliyah) yang mengatur perilaku dan tingkah laku mukallaf, mulai dari peribadatan, pernikahan, transaksi, dan seterusnya.

Yang pertama dan kedua sifatnya universal dan statis, tidak mengalami perubahan di manapun dan kapanpun. Tentang keimanan kepada Allah dan hari akhir tidak berbeda antara orang dahulu dan sekarang, antara orang-orang benua Amerika dengan benua Asia. Demikian juga, bahwa keikhlasan dan kejujuran adalah prinsip yang harus dipertahankan, tidak berbeda antara orang Indonesia dengan orang Nigeria. Penipuan selalu buruk, di manapun dan kapanpun. Dalam segmen keyakinan dan tuntunan moral ini, Islam tidak bisa di-embel-embeli dengan nama tempat, nama waktu, maupun nama tokoh.

Sementara yang ketiga, yaitu ajaran syari’at, masih harus dipilah antara yang tsawabith/qath’iyyat dan ijtihadiyyat. Hukum-hukum qath’iyyat seperti kewajiban shalat lima kali sehari semalam, kewajiban puasa, keharaman berzina, tata cara ritual haji, belum dan tidak akan mengalami perubahan (statis) walaupun waktu dan tempatnya berubah. Shalatnya orang Eropa tidak berbeda dengan salatnya orang Afrika. Puasa, dari dahulu hingga Kiamat dan di negeri manapun, dimulai semenjak Subuh dan berakhir saat kumandang azan Maghrib. Penjelasan Al-Quran dan As-Sunah dalam hukum qath’iyyat ini cukup rinci, detil, dan sempurna demi menutup peluang kreasi akal. Akal pada umumnya tidak menjangkau alasan mengapa, misalnya, berlari bolak-balik tujuh kali antara Shafa dan Marwa saat haji. Oleh karena itu akal dituntut tunduk dan pasrah dalam hukum-hukum qath’iyyat tersebut.

Sementara itu, hukum-hukum ijtihadiyyat bersifat dinamis, berpotensi untuk berubah seiring dengan kemaslahatan yang mengisi ruang, waktu, dan kondisi tertentu. Hukum kasus tertentu dahulu boleh jadi haram, tapi sekarang atau kelak bisa jadi boleh. Al-Quran dan As-Sunah menjelaskan hukum-hukum jenis ini secara umum, dengan mengemukakan prinsip-prinsipnya, meski sesekali merinci. Hukum ini memerlukan kreasi ijtihad supaya sejalan dengan tuntutan kemaslahatan lingkungan sosial.

Para tabi’in berpendapat bahwa boleh menetapkan harga (tas’ir), padahal Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam melarangnya. Tentu saja mereka tidak menyalahi As-Sunah. Perbedaan putusan itu karena kondisi pasar yang berubah, yaitu bahwa pada masa Nabi SAW harga melambung naik karena kelangkaan barang dan meningkatnya permintaan, sedangkan pada masa tabi’in disebabkan keserakahan pedagang. (Nailul Authar, V, 220) Di sini, para tabi’in membedakan antara-apa yang disebut ekonomi modern dengan-pasar persaingan sempurna dari pasar monopoli atau oligopoli misalnya.

Para tabi’in juga memfatwakan larangan keluar menuju masjid untuk perempuan muda karena melihat zaman demikian rusak, banyak laki-laki berandal yang sering usil hingga berbuat jahil, (Al-Muntaqa Syarḥul Muhadzdzab, I, 342) padahal Nabi sendiri bersabda-seperti dalam riwayat Abu Daud (لا تمنعوا اماء الله مساجد الله، ولكن ليخرجن تفلات. رواه أبو داود عن أبي هريرة.)-supaya jangan sampai perempuan dilarang keluar menuju masjid.

Dalam pengertian hukum yang terakhir ini kita sah dan wajar menambahkan pada ‘Islam’ kata deiksis, seperti Islam Nusantara, Islam Amerika, Islam Mesir, dan seterusnya. Makna Islam Nusantara tak lain adalah pemahaman, pengamalan, dan penerapan Islam dalam segmen fiqih mu’amalah sebagai hasil dialektika antara nash, syari’at, dan ‘urf, budaya, dan realita di bumi Nusantara. Dalam istilah “Islam Nusantara”, tidak ada sentimen benci terhadap bangsa dan budaya negara manapun, apalagi negara Arab, khususnya Saudi sebagai tempat kelahiran Islam dan bahasanya menjadi bahasa Al-Qur’an. Ini persis sama dengan nama FPI misalnya, saya benar-benar yakin kalau anggota FPI tidak bermaksud bahwa selain mereka bukan pembela Islam.


Ciri ciri uang logam ada 5 yaitu....

Jawaban 1:

A. Berbentuk bundar,

b.      Sisi lingkaran timbul,

c.       Bertuliskan besarnya nominal nilai uang,

d.      Bertuliskan tahun pembuatan,dan

e.       Bertuliskan Bank Indonesia

f. bertuliskan tahun emisi nya

Jawaban 2:

Ciri uang logam :
• Terdapat lambang negara Garuda Pancasila
• Frasa "Republik Indonesia"
• Sebutan pecahan dlm angka sebagai nominalnya
• Bertuliskan tahun pembuatan
• Mempunyai 2 sisi.

_semogabermanfaat


Jelaskan hubungan kolonialisme dengan perkembangan agama Kristen Katolik dan Protestan di Indonesia

Jawaban 1:

Pada masa kolonialisme. bangsa barat selain mencari rempah. juga menyebarkan agama yang dianutnya sperti kristen dan protestan. bangsa barat juga memaksa agar pribumi menganut agama tersebut.

Jawaban 2:

Itu merupakan tujuan bangsa barat yg sekaligus menjajah bangsa kita.mereka ke indonesia mempunyai misi yaitu gold=kekayaan,glory=kejayaan,Gospel=penyebaran agama
,semoga membantu


Kedudukan seorang anak dalam keluarga sebagai

Jawaban 1:

Pangkuan kasih sayang ayah dan bunda

Jawaban 2:

1.         Anak Tunggal
Seorang anak saja dalam keluarga memang keuntunganya terlihat dari pengetahuan umum dan kemampuan berbicaranya. Tetapi karena anak tersebut sendiri saja, tentunya membawa masalah lain. Kepribadianya terpengaruh oleh keadaan yang telah menyebabkan orang tua mengambil keputusan untuk hanya mempunyai seorang anak.
Mungkin mereka menganggap kurangu bijaksana kalau mempunyai banyak anak karena cemas akan pendidikanya. Mungkin juga orang tua menganggap lebih dari satu anak terlalu membebani kesanggupan pembiayaan, pendidikan sampai selesai. Masih alasan lain yang menentukanya hanya menghendaki satu anak saja.
2.         Anak Sulung
Pada kelahiran anak pertama, orang tua belum berpengalaman, maka bayi yang pertama lebih sering dibawa kedokter. Orang tua cenderung untuk menjadi terlalu cemas dan terlalu melindungi anak sulung.
3.         Anak tengah
Anak antara anak sulung dan bungsu, anaka kedua dan anak-anak lain, akan dididik dengan lebih meyakinkan. Orang tua sudah lebih banyak pengalaman dan tidak mencoba-coba dalam mengasuh dan merawat anak.
4.         Anak bungsu
Biasanya anak bungsu cenderung akan dimanja dianggap bayi terus. Bukan saja orang tua memanjakan anak bungsu, tetapi kakak-kakaknya juga turut memanjakan sibungsu. Ia seolah-olah dimanja dan dididik oleh orangtuanya sendiri ditambah dengan ayah atau ibu sebanyak jumlah kakak-kakaknya. Pemanjaan maupun pendidikan yang beraneka ragam coraknya baik dari orang tua maupun dari kakak-kakaknya, tentu saja dapat mengakibatkan ketidak tegasan (inkonsistensi) dalam pendidikan.



maaf klo salh


Contoh analisa data pengukuran

Jawaban 1:

Suhu udara,suhu air dan suhu badan


kebudayaan dapat dikatakan sebagai perwujudan tanggapan manusia hidup. tantangan tantangan yang dihadapi dalam proses penyesuaian diri dalam lingkungan istilah ini menurut....

Jawaban 1:

Warganegara
maaf kalau salah


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Log 5 . 5 Log 4 .log .(5 Log 25)=

Pisces Memiliki Fertilisasi Secara

Apa Keterlibatan Sistem Saraf, Sistem Hormon, Dan Sistem Indra Pada Saat Kita Terkejut?